Kenaikan harga BBM
Bangsa ini sudah terlalu banyak dimanjakan, sehingga malas untuk berusaha.
sangat ironis, sebahagian kecil orang melakukan demonstrasi atas kenaikan BBM, dengan mengatas namakan wong cilik, buat saya itu sangat munafik, harga rokok 1 bungkus Rp. 17.000,- mampu untuk dibeli setiap hari, air mineral 1 galon 15.000 mampu dibeli,.
bandingkan dengan besarnya biaya produksi untuk mengolah minyak tersebut berapa besar biaya yang diperlukan??!
Pengurangan subsidi BBM oleh pemerintah, akan dialokasikan untuk kepentingan rakyatnya, misal kartu pintar, kartu sehat dan lain-lain, yang jelas-jelas sangat berdapak positif bagi banyak masyarakat, dibanding subsidi untuk BBM, pengguna BBM lebih banyak di konsumsi oleh masyarakat menengah keatas, sedang masyarakat menengah kebawah lebih banyak menggunakan kendaraan umum.
Bilamana subsidi BBM ditarik, mungkin orang akan lebih berfikir untuk menggunakan kendaraannya, sehingga fungsi kendaraan umum lebih di maksimalkan, yang mendapat keuntungan adalah, supir kendaraan umum, tukang ojek, pengusaha warteg. mengapa pengusaha wargteg ?? karena bagi orang yang memiliki kendaraan ia harus lebih berhemat dalam menggukan uangnya, karena untuk pengeluaran BBM lebih mahal, sehingga ia harus lebih sering makan di warteg dibanding makan di Mall.
Kita hanya bisa mengeluh tanpa membantu pemerintah dalam mendukung program yang di jalankan, misalnya, banyak dari nelayan lokal yang sengaja menjual minyaknya di pantai, ketimbang menangkap ikan, karena bila mengkap ikan saja hasilnya belum pasti, sedang menjual BBM di tengah lau, sudah pasti jadi uang, itulah rusaknya dan munafiknya sebahagian warga kita ini, dengan di bantu oleh bebrapa kelompok dikarenakan adanya kepentingan politik.
pesan saya, bagi bangsa ini, cobalah mendukung program pemerintah, jangan hanya mengluh, jangan hanya marah-marah dan merusak fasilitas umum, kalian itukan punya otak, yang rugi adalah kita sendiri, dan jangan mudah unutuk di hasut seperti orang bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar